Menjadi Santri Par Excellence

By admin web 10 Jan 2021, 17:34:54 WIB Majalah MQTimes
Menjadi Santri Par Excellence

Gambar : Sumber : Fanspage Madrasatul Qur’an Tebuireng


Pendidikan merupakan kunci transfer ilmu dan kemajuan. wahyu pertama yang diterima junjungan kita semua Kanjeng Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5,  yang mana Ayat tersebut menekankan untuk membaca semua hal,  dan belajar ilmu ilmu Allah di alam baik yang tersurat maupun yang tersirat.  pendidikan Islam memiliki tiga tugas pokok. pertama, transmisi ilmu pengetahuan Islam.  kedua, pemeliharaan tradisi Islam. ketiga, melahirkan ( calon-calon)  ulama.

Lembaga pendidikan tertua di Indonesia adalah pesantren. Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama di Indonesia memiliki peran krusial dalam membentuk dan peradaban. sejak awal berdirinya,  pesantren menekankan pada spesialisasi bidang keilmuan.  sehingga muncul ulama-ulama spesialis pada bidang tertentu.

Di masa modern seperti saat ini merupakan satu-satunya pilihan yang sebaiknya ditempuh dan menjadi perhatian masyarakat bangsa Indonesia titik tantangan Global atas informasi dan beragam pernak-pernik perubahan sosial telah mengarah dan menjauhkan eksistensi diri manusia sesungguhnya. ketika secara pribadi,  ruang ruang pribadi mulai terbuka tanpa tedheng aling-aling. seseorang  bisa saja mengungkapkan semua perasaan tanpa ada rasa malu, bahkan unggah-ungguh sebagai  cara hidup manusia sebagai makhluk sosial.

Media sosial sebagai sarana untuk memudahkan interaksi antar manusia menjadi ajang yang paling mudah untuk saling menjatuhkan dengan tanpa mempertimbangkan ekses-ekses negatif yang dapat merusak hubungan.  di media sosial pula,  Antara manusia yang berilmu dan tidak berilmu hampir tidak memiliki jarak-jarak pembatas. hal tersebut dapat diaktifkan dengan mudah Ketika seseorang yang tidak menjalani proses proses yang massif  di dalam menuntut ilmu secara tiba-tiba mendadak seperti Alim. seseorang yang tidak hafal tashrifan  mendadak seolah sudah paham ilmu Nahwu dan Shorof.  Shorof. ini suatu Shorof. ini suatu ironi  kemunduran yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia,  sehingga Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang masih memelihara tradisi kemanusiaan dan hubungan antar manusia dengan baik merupakan satu-satunya alternatif. dengan kata lain, bangsa Indonesia akan segera punah karena tidak ada  nilai-nilai humanistik dalam tatanan kehidupannya.

Tidak diberikan pendidikan dan pengajaran yang bersifat spesial dan membawa arah pengetahuan menjadi seperti kacamata kuda yang satu arah.  Pesantren memberikan berbagai alternatif sesuai dengan kodrat dan indegenous  manusia yang memiliki takdir dan garis tangan masing-masing. Pendidikan pesantren yang menekankan pada akhlak manusia akan mengiringi seseorang secara pribadi sesuai dengan minat dan hasrat yang diinginkannya, tanpa meninggalkan eksistensinya sebagai makhluk Tuhan. ketika seseorang sudah menemukan eksistensi diri yang sebenarnya, sehingga arah tujuan “ ilmu yang bermanfaat”  merupakan satu-satunya jalan di dalam menghadapi realitas hidup. ilmu yang bermanfaat adalah pedoman yang masih dipegang oleh Kyai dan santri untuk menjadi manusia istimewa.  tidak ada gunanya suatu ilmu jika digunakan untuk menghancurkan manusia.  Albert Einstein ( 1878 - 1955)  sangat berputus asa ketika melihat teorinya justru digunakan untuk memusnahkan umat manusia.  Hal ini karena tidak dilandasi dengan pemanfaatan ilmu oleh pengguna pengguna ilmu di dalam kehidupan nyata mereka.

Demikian pula,  tantangan industri modern yang telah berjalan pada  titik 4,  yang dengan revolusi industri 4.0 saat ini.  Bagaimana revolusi secara mudah dapat dipahami sebagai perubahan besar dan radikal terhadap cara hidup manusia dengan kemudahan-kemudahan nya.  Perubahan pertama tatkala manusia menemukan   mesin uap sebagai alat bantu produksi menggantikan tenaga tenaga manusia yang bertumpu pada tulang dan otot,  dengan mesin uap, kemudahan-kemudahan manusia digantikan oleh mesin bertenaga uap ciptaan James Watt (1736-1819)  digunakan pada alat-alat penggilingan.

Revolusi industri 2.0 terjadi pada awal abad ke-20,  ketika Teknologi tenaga uap telah digantikan oleh tenaga listrik.  kemudahan-kemudahan fasilitas hidup manusia didorong oleh tenaga tenaga listrik sebagaimana alat bantu penerangan.
Tidak cukup dengan kemudahan-kemudahan yang sudah didapat dari tenaga tenaga listrik, kemudahan berikutnya menuntut manusia untuk berkomunikasi melalui informasi-informasi. Disini,  manusia dibantu oleh mesin yang mampu berpikir sendiri, komputer dan robot. Era  ditemukan komputer dan robot ini dikenal sebutan revolusi industri 3.0 .

Kemudahan-kemudahan yang didapat dari mesin yang mampu berpikir sendiri tersebut didukung oleh perangkat jejaring internet yang dapat digenggam ke dalam bentuk yang mudah oleh setiap manusia. Android. sebuah perangkat yang telah menyita hidup manusia dari menjelang tidur hingga bangun tidur. revolusi industri 4.0 ini yang benar-benar mengikis habis esensi kehidupan sosial manusia.

Spesialisasi keilmuan menjadi salah satu kunci kemajuan ilmu pengetahuan. seorang santri akan menjadi istimewa (par excellence)  ketika mampu memilah antara ilmu yang bermanfaat dan tidak tersebut.  karena, setiap kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan kemajuan teknologi dan industri akan bernilai manusiawi dan ibadah, Jika dilihat dari kemanfaatannya. buat apa memiliki perangkat dan peralatan yang canggih, jika digunakan untuk hal-hal yang negatif?

Namun demikian, untuk menjadi seorang santri istimewa tersebut mau tidak mau harus dimulai dari satu spesifikasi  dan spesialisasi satu disiplin ilmu dan keahlian tertentu ( the core skill)  sesuai hobi dan karakter masing-masing individu . karena, Allah menakdirkan manusia sesuai suratan dan garis tangan seseorang yang telah ditentukan oleh-NYA.  meskipun melalui media informasi dan teknologi yang berkembang sangat pesat telah menawarkan beragam ilmu dan pengetahuan, tetapi tetap saja tetap saja spesial tersebut tersebut dibutuhkan awal. di  madrasatul Qur'an Tebuireng,  demikian telah terprogram ke dalam aktivitas Aktivitas keseharian Santri,  darasan  dan Hafalan,  keberanian dengan khitabah ,bisnis dari usaha melalui koperasi, bahkan mengasah kemampuan intelektual melalui majalah MQ Times.  MQ times  dapat menjadi jembatan dan media komunikasi dan informasi bagi intelektual santri sejak dini.
 
* Ketua Yayasan madrasatul Qur'an Tebuireng




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment