TANTANGAN PEMUDA ZAMAN NOW

By admin web 26 Feb 2021, 23:41:49 WIB Artikel
TANTANGAN PEMUDA ZAMAN NOW

Gambar : Penyerahan Cindramata Pada Acara Penutupan Kajian Tafsir Aktual


 

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فِي خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسْجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ إِلَى نَفْسِهَا قَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِينُهُ

Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allâh dibawah naungan ‘Arsynya pada hari tidak ada naungan selain naungan Allâh Azza wa Jalla (yaitu) : imam yang adil; Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allâh Azza wa Jalla ; Seorang laki-laki yang mengingat Allâh dalam kesunyian (kesendirian) kemudian dia menangis (karena takut kepada adzab Allâh); Seorang laki-laki yang hatinya selalu bergantung dengan masjid-masjid Allâh; Dua orang yang saling mencintai, mereka berkumpul dan berpisah karena Allâh Azza wa Jalla ; Dan seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang permpuan yang memilki kedudukan dan cantik akan tetapi dia menolak dan berkata, ‘Sesungguhnya aku taku kepada Allâh.’ Dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan sesuatu yang ia sembunyikan, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]
 

Kata Pemuda Zaman Now mungkin sudah tidak asing kita dengarkan dimanapun dan kapanpun. Seolah-olah kata tersebut menjadi slogan untuk pemuda abat 21 ini. Dimulai dengan adanya era serba digital tentunya pemuda mempunyai peranan penting akan banyak hal yang ada. Pemuda menjadi garda terdepan dalam pengelolahan media saat ini, bagaimana tidak ? di zaman serba digitalis hampir 95% pemuda sudah mengelola media online masing-masing. Seolah-olah dunia Pemuda Zaman Now berada di dunia media sosial, bukan di dunia nyata.

Lantas, Apakah salah menjadi  Pemuda Zaman Now . Menurut saya tidak salah sama sekali, justru itu merupakan perubahan yang memang seharusnya terjadi. Kita tidak bisa memaksa untuk kembali ke Zaman sebelum ada era Digitalis. Apakah kita harus kembali ke zaman dimana saling bertukar pesan harus berhari-hari, harus berbulan-bulan ?? tidak juga. Kita tidak bisa menolak mentah-mentah apa yang sudah terjadi saat ini.

Apakah itu baik ?

Bukankah lebih enak zaman dahulu ??

Menurut saya, bukan masalah baik atau buruknya, tapi bagaimaa cara kita menanggapi sebuah hal yang sederhana/baru dengan hal-hal yang bermanfaat. (am)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment